Cari Blog Ini

Kamis, 08 Desember 2011

Wahai teman! jangan nyontek yah?


Mencontek dalam Islam

nyontek

MENCONTEK, MUBAH ATAU HARAM ??

Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Saya yakin saudara sekalian tahu apa itu mencontek ? Dan juga paling tidak saudara pernah melakukannya walaupun hanya sekali. SEKALI ? Mana mungkin ?…
Mencontek adalah aktivitas menjiplak pekerjaan atau karya orang lain tanpa izin ataupun tanpa mencantumkan sumber. Jadi dari definisinya saja sudah kita ketahui, bahwa konotasinya adalah negatif. Lalu bagaimana jika kita terpaksa atau jika kita memang tidak bisa mengerjakannya sendiri. Sebelum itu mari kita simak pandangan islam mengenai mencontek.
Hukum Mencontek
Mencontek itu berarti sama saja dengan berbohong. Ketika kita mencontek dan hasil dari contekan kita mendapat nilai yang baik, para guru dan orang tua memuji kita. Padahal kita tahu bahwa hasil itu kita dapatkan dengan jalan yang batil, yaitu mencontek. Coba pikir, nilai baik itu bukan berasal dari kemampuan kita, tetapi dari kreatifitas kita dalam mencontek, mencuri – curi dalam kesempitan. Apakah yang demikian ini, tidak bisa disebut berbohong atau menipu ? Padahal Rasulullah sudah memperingatkan kita akan bahayanya berbohong.


Dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah kalian selalu melakukan kebenaran, karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke surga. Jika seseorang selalu berbuat benar dan bersungguh dengan kebenaran, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar. Jauhkanlah dirimu dari bohong, karena bohong akan menuntun kepada kedurhakaan, dan durhaka itu menuntun ke neraka. Jika seseorang selalu bohong dan bersungguh-sungguh dengan kebohongan, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat pembohong.” Muttafaq Alaihi.
Dari hadits di atas sudah dijelaskan bahwa berbohong memang berdampak buruk, khususnya di masa – masa yang akan dating. Bagaimana tidak sekali berbohong, maka seseorang akn menutupinya dengan kebohongan yang lain. Selain itu dari sebuah kebohongan kecil seperti menyonteklah lahir para koruptor – koruptor di negeri ini. Apa saudara ingin menjadikannya sebagai suri tauladan ?? Naudzubillahi min dzalik.
Selain itu menyontek sama saja mencuri. Mencuri kesempatan dalam kesempitan tepatnya, yang bermuara kepada kejelekan.
Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya.” Riwayat Tirmidzi. Ia menjadikannya dua hadits dan dalam sanadnya ada kelemahan.
Apa saudara ingin tidak masuk surga ? Saya yakin pasti tidak. Satu hal lagi yang penting adalah menyontek berarti sama saja melanggar aturan dari pemimpin kita, padahal islam mengajarkan kita untuk selalu mematuhi para pemimpin.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw. beliau bersabda: Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku. (Shahih Muslim No.3417).
Kesimpulan
Jadi dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa menyontek hukumnya haram. Karena menyontek sama dengan mencuri, berbohong, menipu dan tidak mematuhi aturan pemimpin kita. Sekarang jika saudara bertanya bagaimana kalau kepepet atau tidak bisa ?. Maka jawaban adalah pasrah pada Allah dan terus berusaha serta berdo’a. tetpi jika saudara tetap memaksa, maka boleh saudara melakukannya asal saudara mencantumkan dalam lembar jawaban daftar pustaka dari jawaban orang yang saudara contek, hehhehe….. Jadi, tetap berpegang teguh pada kebenaran, maka Allah akan membimbing kita.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

Masa-masa Ujian selalu menimbulkan rasa berontak ingin meneriakkan sesuatu.
WOI JANGAN NYONTEEEEK!!!!
Sebel rasanya kalau liat banyak temen-temen yang nyontek dan tidak mau berusaha untuk jujur. Sebenarnya kenapa mereka suka mencontek ? Bahkan untuk soal yang tidak membutuhkan hafalan alias konsep pun nyontek.
Rasanya nasehat saja tidak cukup untuk menghindarkan saudara kita dari contek-mencontek. Oleh karena itu saya akan mengulas sedikit tentang hukum mencontek ketika ujian dalam perspektif Isalam. Tulisan ini saya buat berdasarkan beberapa referensi yang saya baca.
HUKUM MENCONTEK
Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda :
Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami”(HR. Muslim)
Dari hadist di atas jelas tergambar bagaimana kedudukan orang yang berbuat curang. Dalam hal ini, mencontek dan bahkan menconteki teman dengan membiarkan teman lain membaca jawaban kita, adalah termasuk kecurangan dan hal ini merupakan hal yang jelas-jelas dilarang dalam Islam.
Mungkin masih banyak dari saudara/i kita semuslim yang tidak segan mencontek untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Cara apapun dilakukan, asalkan tidak ketahuan. Padahal Allah berfirman :
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi, Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Al-Hujuraat:18).
Saudaraku, sudah selayaknyalah hanya kepada Allah kita berserah diri dan memohon pertolongan/petunjuk. Ingat, sertai tawakal dengan ikhtiar. Kalau yang mudah saja kita selesaikan dengan jalan mencontek, lalu apa kelebihan dan kemampuan kita??
Ketidakbisaan bukan alasan. Kita bisa belajar dan mencoba memahami apa yang kita hadapi. Saya yakin hasilnya akan lebih mengena dan yang pasti, dapat menjadi berkah dan kita yang berusaha melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya, semoga senantiasa termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Amin…Menyontek ketika ulangan atau ujian merupakan kebiasaan buruk yang hampir sebagian besar dilakukan oleh siswa. Tak terkecuali teman-teman Adik. Banyak hal kenapa siswa menyontek. Tapi sebab utama biasanya karena dia tidak belajar sehingga tidak siap menghadapi ulangan atau ujian. Selain itu banyak siswa yang maunya enak saja, tanpa usaha keras tapi ingin mendapat hasil yang bagus. Mbak rasa model siswa yang kedua inilah yang lebih banyak. Sikap semacam ini tentu saja bukan sikap seorang pelajar yang baik. Menyontek jelas akan merugikan diri sendiri. Mungkin saja saat ini mereka akan mendapatkan nilai yang bagus, tapi kerugian besar akan mereka dapatkan kelak. Apalagi jelas menyontek adalah perbuatan yang tidak terpuji, yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Bukankah menyontek sama dengan berbohong? Berbohong pada diri sendiri, guru, teman bahkan orang tua. Karena nilai ujian dari hasil menyontek adalah bukan hasil kerja kerasnya sendiri. Ada satu hal lagi yang mesti Adik Uci ingat, walaupun ketika menyontek tidak ada yang tahu, tapi Allah Yang Maha Mengetahui akan melihat setiap apa yang kita perbuat, apapun perbuatan kita, yang baik maupun yang buruk. Dan semuanya itu akan dicatat oleh dua malaikat yang senantiasa mengikuti kita untuk nantinya dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi, Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Al-Hujuraat:18).
Nah, kalau sudah tahu keburukan-keburukan menyontek, Mbak rasa Adik tidak perlu merasa minder. Justru sebaliknya, Adik Uci harus merasa bangga karena nilai yang Adik dapat adalah benar-benar murni dari usaha adik sendiri. Disamping itu Adik juga terlepas dari perbuatan yang dilarang dalam Islam. Gunakan situasi yang seperti ini untuk lebih memotivasi Adik belajar lebih giat. Tanamkan pada diri Dik Uci, bahwa tanpa menyontek pun akan mendapatkan hasil yang bagus. Insya Allah Adik akan lebih berhasil dari pada mereka. Bukankah di saat EBTA, EBTANAS atau tes masuk Perguruan Tinggi pengawasannya sangat ketat. Sekali ketahuan ada yang berbuat curang, akan langsung dikeluarkan dari ruangan dan dianggap gugur mengikuti ujian. Buat mereka yang biasa menyontek, pasti bakal menyesal kelak.q

Tidak ada komentar:

Posting Komentar