Cari Blog Ini

Selasa, 29 November 2011

rumus kimia untuk UN


Konfigurasi Elektron

Perhatikan nomor atom (Z), ditulis di bawah.
Susunan elektron berdasarkan orbitalnya:
Z > 20: 2 8 8 2  (angka terakhir menunjukan golongan, banyaknya angka menunjukan periode)
Z < 20: gunakan aturan Afbau:
1s2 2s2 2p2 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2
Bila membentuk ion, elektron valensi = 8

Bilangan kuantum: lokasi suatu elektron
n = orbital (1,2,3,…)
l = sub kulit (0,1,2,3)
m = ruangan (-2,-1,0,1,2) à 0 untuk kotak paling tengah
s = + ½ (+ = atas, − = bawah)

Ikatan Kimia

2 ion Xa+ dan Yb- akan membentuk senyawa XbYa
Jenis -jenis ikatan:
ionik (heteropolar): logam - non logam (konduktor, titik didih tinggi)
kovalen (homopolar): non logam (isolator, titik didih rendah)
- tunggal: ikatan tunggal
- rangkap: ikatan rangkap (2 atau 3)
- koordinasi: hanya 1 atom yang membagi elektronnya

Stoikiometri

% unsur: (indeks x Ar)/Mr x 100%
n = W/Mm = x/Na = V/Vm
M = n/v
PV=nRT  (R=0,082)
(x = jumlah partikel; Na = 6,02 x 1023;  Vm = 22.4 (STP)/ 24.4 (RTP); M = molaritas)

perbandingan koefisien = perbandingan mol = perbandingan volume (dalam fase gas)

pH dan Titrasi

Asam
Basa
pH = −log [H+]
[H+]:
kuat: valensi x [asam]
lemah: √((Ka[asam])
pOH = −log [OH]
[OH]:
kuat: valensi x [basa]
lemah: √((Ka[basa])

Titrasi: mol asam = mol basa à VaMaa = VbMbb
(a,b = valensi)

Buffer dan Hidrolisis

Buffer:
[H+] = Ka x ([asam]/[garam))
[OH-] = Kb x ([basa]/[garam])
Hidrolisis:
[H+]2 = (Kw/Kb) x [garam]
[OH-]2 = (Kw/Ka) x [garam]




Campuran
Habis
Sisa Asam
Sisa Basa
AK + BK
pH = 7
pH < 7
pH > 7
AK + BL
hidrolisis asam
pH < 7
buffer basa
AL + BK
hidrolisis basa
buffer asam
pH > 7
AL + BL
hidrolisis total
buffer asam
buffer basa


Tetapan Hasi Kali Kelarutan

Ksp AxBy = [Ay+]x + [Bx-]y
Ksp tinggi: larut, Ksp rendah: terbentuk endapan

Sifat Koligatif

Khusus elektrolit:
i = 1 + α(n-1)
 
ΔP = PoXA
ΔTb = Kbmi
ΔTf = Kfmi
π= MRTi

Grafik P-T
Sifat Koloid dan Contohnya

Adsorpsi: obat norit, penjernihan air tawas, penjernihan air tebu, pembuatan gula
Koagulasi: pengolahan karet, penjernihan air, pembentukan delta, penggumpalan debu/asap, penetralan albuminoid
Dialisis: cuci darah

Minyak Bumi

·   Jumlah CO (jelaga) yg dihasilkan berbanding terbalik dgn bilangan oktan
·   Untuk menaikkan bilangan oktan, gunakan zat aditif TEL, dibromoetana, dikloroetana, atau MTBE

Gugus Fungsi:
alkohol
−OH
keton
−CO−
eter
−O−
asam karboksilat
−COOH
aldehid
−COH
ester
−COO−

Turunan benzena:
Toluena
−CH3
Benzoat
−COOH
Nitro
−NO2
Fenol
−OH
Amina
−NH2
Salisilat
−OH + −COOH
Sulfonat
−HSO3
Parasetamol
−OH + −NHCOCH3
Polimer dan Contohnya

Adisi: karet alam, PVC, polipropilena, teflon, polistirena
Kondensasi: nilon, selulosa, protein, tetoron

Makromolekul

Uji Biuret: protein (+ = ungu)
Uji Xanthoproteat: benzena (+= kuning/jingga)
Uji timbal (II) nitrat/asetat: belerang (+ = endapan hitam)

Termokimia

Q = mcΔT = CΔT
ΔH = ΔH1 + ΔH2 + ...
ΔHo = ΣHof produk - ΣHof reaktan
ΔHo = Σ BE reaktan – Σ BE produk

Laju Reaksi

v = k[A]m[B]n
Menentukan orde reaksi dgn tabel:
v1/v2 = ([1]/[2])n 
Syarat:konsentrasi pereaksi lainnya tetap

Tetapan Kesetimbangan

Kc = Σ [produk]n/ Σ[reaktan]n
Kp = Σ{Pproduk}n/ Σ(Preaktan)n
Faktor yang mempengaruhi:
Faktor
Naik
Turun
Suhu
endotermis
eksotermis
Tekanan
Σ koefisien kecil
Σ koefisien besar
Volume
Σ koefisien besar
Σ koefisien kecil
Elektrokimia

Sel volta:
Katode (+): mengalami reduksi
Anode (−): mengalami oksidasi

anode| ion || ion | katode

Eosel = Eokatode – Eoanode = Eoreduksi - Eooksidasi

Deret volta
Li K Ba Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe
Ni Sn Pb (H) Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au

W = e x i x t / 96500

Tidak ada komentar:

Posting Komentar