Cari Blog Ini

Rabu, 30 November 2011

balas budi bangau

Balas Budi Burung Bangau

Dahulu  kala  di suatu tempat di Jepang,  hidup seorang
pemuda bernama Yosaku. Kerjanya mengambil kayu bakar di
gunung dan menjualnya  ke  kota.  Uang hasil penjualan
dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap harinya. 
Hingga pada  suatu hari ketika ia berjalan pulang dari
kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas salju. Setelah
di dekatinya ternyata seekor burung bangau  yang terjerat
diperangkap        sedang        meronta-ronta.         Yosaku       segera
melepaskan perangkat itu.
Bangau itu sangat gembira,  ia berputar-putar di atas
kepala Yosaku beberapa kali sebelum terbang ke angkasa. 
Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya dirumah,
Yosaku segera menyalakan  tungku api dan menyiapkan
makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan  pintu di luar
rumah.
 

Ketika pintu dibuka,  tampak seorang gadis yang cantik
sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan
salju.
“Masuklah, nona  pasti kedinginan, silahkan hangatkan
badanmu dekat tungku,” ujar Yosaku.
“Nona mau pergi kemana sebenarnya ?”, Tanya Yosaku.
“Aku bermaksud mengunjungi temanku,  tetapi karena
salju turun dengan lebat, aku jadi tersesat.”
“Bolehkah aku menginap disini malam ini ?”.
“Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak punya
kasur dan makanan.” ,kata Yosaku.
“Tidak     apa-apa,      aku     hanya  ingin        diperbolehkan
menginap”. 
Kemudian  gadis itu merapikan kamarnya  dan memasak
makanan yang enak.
Ketika terbangun keesokan  harinya, gadis itu sudah
menyiapkan nasi. Yosaku berpikir bahwa gadis itu akan segera
pergi, ia akan merasa kesepian. 

Salju masih turun dengan lebatnya.

“Tinggallah disini sampai salju reda.” kata Yosaku.

 Setelah lima hari berlalu salju mereda. Gadis itu berkata
kepada  Yosaku,  “Jadikan  aku sebagai istrimu, dan biarkan
aku tinggal  terus di rumah  ini.” Yosaku merasa  bahagia
menerima permintaan itu.
“Mulai hari ini panggillah  aku Otsuru”, ujar si gadis.
Setelah menjadi Istri Yosaku,  Otsuru mengerjakan  pekerjaan
rumah  dengan sungguh-sungguh. Suatu hari, Otsuru meminta
suaminya, Yosaku,  membelikannya  benang karena ia ingin
menenun.
Otsuru mulai menenun. Ia berpesan kepada  suaminya
agar jangan sekali-kali mengintip ke  dalam penyekat tempat
Otsuru menenun. 



Setelah tiga hari berturut-turut menenun  tanpa  makan
dan minum, Otsuru keluar. Kain tenunannya sudah selesai.
“Ini tenunan ayanishiki. Kalau dibawa ke kota pasti akan
terjual dengan harga mahal. 
Yosaku sangat senang karena kain tenunannya dibeli
orang dengan harga yang cukup  mahal. Sebelum pulang ia
membeli bermacam-macam barang untuk dibawa pulang.
“Berkat kamu, aku mendapatkan  uang sebanyak ini,
terima kasih istriku.  Tetapi sebenarnya para saudagar di kota
menginginkan kain seperti itu lebih banyak lagi.
“Baiklah akan aku buatkan”, ujar Otsuru. Kain itu selesai
pada  hari keempat setelah Otsuru menenun. Tetapi tampak
Otsuru tidak sehat,  dan tubuhnya  menjadi kurus. Otsuru
meminta suaminya untuk tidak memintanya menenun lagi.
Di kota,  Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi
untuk  Kimono  tuan Putri.  Jika tidak ada maka Yosaku akan
dipenggal lehernya. Hal itu diceritakan Yosaku pada istrinya.
“Baiklah  akan  ku buatkan  lagi,  tetapi hanya  satu helai
ya”, kata Otsuru.
Karena cemas dengan kondisi istrinya yang makin lemah
dan kurus setiap habis menenun, Yosaku berkeinginan melihat
ke dalam ruangan tenun. 
Tetapi ia sangat terkejut ketika yang dilihatnya di dalam
ruang menenun, ternyata seekor bangau  sedang mencabuti
bulunya untuk  ditenun menjadi kain. Sehingga badan bangau
itu hampir gundul kehabisan bulu. 
Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang diperhatikan
oleh Yosaku,  bangau  itu pun berubah wujud kembali menjadi
Otsuru.
“Akhirnya kau melihatnya juga”, ujar Otsuru.
“Sebenarnya aku adalah  seekor bangau  yang dahulu
pernah Kau tolong”, untuk membalas budi aku berubah wujud
menjadi manusia dan melakukan hal ini,” ujar Otsuru.
“Berarti  sudah  saatnya aku berpisah denganmu”, lanjut
Otsuru.



“Maafkan aku, ku mohon jangan pergi,” kata Yosaku.

Otsuru akhirnya berubah kembali menjadi seekor
bangau. Kemudian  ia segera mengepakkan  sayapnya  terbang
keluar dari rumah ke angkasa. 

Tinggallah Yosaku sendiri yang menyesali perbuatannya.

**********

1 komentar: